Wednesday, 21 February 2018

Syair dan Petuah Ust Abdul Somad Ketika Diberi Gelar Kehormatan Adat Melayu Riau

Syair dan Petuah melayu yang dibacakan Ustadz Abdul Somad ketika pemberian gelarnya di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau.

Melihat Sungai Nil dan Piramida, bersua dengan Firaun dan Musa. Dari bumi Malaya akhirnya terdampar di Gurun Sahara, hampir sampai ke Barcelona.

Setelah lama mengembara kembali jua ke bumi tercinta. Tanah Siak Sri Indra Pura. Membawa gelar LC MA, banyak orang bertanya-tanya, apalah agaknya artinya? Lagi Cemas Mencari Anak Dara.

Nasihat orang tua-tua berlayarlah di pokok yang gagah perkasa. Barangnya jadi penyengga, akarnya tempat bersila.

Bersilaturrahim ke rumah doktor Mustafa. Rumah putih di Jalan Gulama. Dia bawa daku sebelum senja. Ke TVRI membawa acara. Bila dia pergi ke Malaysia, dia duduk di singgasana, menjadi guru sekejap mata.

Subuh tiba gelap gulita, mengunjungi mesjid di pagi buta, jamaah pun tak pula ada, banyak tiang dari manusia.

Berbekal sabar dan doa. Nasib baik datang menyapa. Khotbah bergetar dari mesjid raya. Banyak mata terpesona, caci hamun pun ikut terta. Lovers and haters kata anak muda.

Ada pula yang menuduh paksa, dengan fitnah anti Bhineka Tunggal Ika. Diusir dari Pulau Dewata, dideportasi dari Negeri China.

Tapi hati tak rasa geram. Sebab itu belum ada apa-apanya, bila dibanding nabi besar kita, gigi patah dan terluka, namun tetap berbalas doa.

Sungguh tak layak masuk surga, busuk hati terus dipelihara. Orang Melayu cinta negara, 13 juta golden Belanda, diberikan untuk membela bangsa, Sultan Syarif Kasim orang mulia, dari Kerajaan Siak Sri Indra Pura.

Berbaurlah ke Yogyakarta, jangan kau ajar kami tentang cinta negara, kalau bukan karena kami punya bahasa, kau pun tak dapat bertutur kata.

Dendam jangan masuk ke kepala. Masih banyak yang perlu dewasa. Anak Sakai meniti pipa, anak Akit senyum menyapa, Talang Mamak terus menganya, padahal minyak tiada terkira, tapi apa mau dikata, terlampau banyak diangkut ke Jakarta.

Awan berarak mengikuti senja, budak menuju surau mushala, quran di tangan dan alif, ba, ta, tak lupa rotan dibelah dua.

Tapi kini semua dah sirna, semua sudah berganti rupa, budak asyik bermain SEGA, playstation dan warnet beraneka. Batman hingga Mahabarata, sampai Spiderman sarang laba-laba.

Kalaulah tak ada usaha, budak Melayu kan hancur binasa. Melayu hanya tinggal nama, rusak karena AIDS dan narkoba. Menjemput murka dan bencana, wajah menjadi bermuram durja.

Selepas masuk Belanda, banyak orang tak boleh tulis baca, huruf arab berbilang serta, Melayu Riau boleh berbangga, huruf arab merata-rata, dari mesjid hingga kantor walikota. Tapi bila tiba saatnya, huruf arab hanya mantra, dibaca saat duka cita, atau untuk pelet wanita. Sungguh kiamat di pelupuk mata.

Maka, masukkan lah anak ke sekolah agama, ada Gontor 7 di jalan ke Kampa, Darel Hikmah, Babussalam dan As-Shofa, atau IBS arah asrama tentara. Memang agak mahal biaya, minimal pelajaran agama ada 5. Menjadi bekal dari muda ke tua. Andai tersesat boleh kembali semula, mereka akan jadi pemimpin bangsa.

Dari presiden sampai Pak KUA, kita semua akan binasa, harta tiada dibawa serta, doa anak saleh jua lah yang mengalir ke kita.

Tepak sirih merah merona, gambir, kapur dan pinang tua mulut mengunyah bermasam muka. Tanda ludah sedang merasa. Pahit, kelat dan pedar ada. Semua mesti ditelan sama, pertanda hidup berumah tangga.

Makan dan duduk memasang kenanga, jemputan hadir saudara mara. Berzanji dibaca merhaba, tuan mufti membaca doa, air mata bahagia ayah dan bunda, menanti cucu penyejuk mata. Di sanalah bahagia berpunca.

Tapi kini semua tak ada, akad menjadi majlis duka. Karena marah menghujam dada, rusak sudah pemudi pemuda, amuk dan hamun mengisi acara. Mereka tak salah jua. Karena diam kitalah bencana mereka.

Banyak orang bertanya-tanya, siapa lah agaknya menulis kata-kata berbingkai makna? menyentuh rasa hati dan kepala, bila pula dia menulisnya? Jawabnya, siapa lagi kalau bukan Datuk Seri Ulama Setia Negara. Ditulis saat dalam perjalanan dari Jakarta di dalam pesawat garuda.

Tapi bila malaikat maut tiba, pangkat dan kuasa tak lagi bermakna, hanya iman dan amal saleh jua yang akan dibawa serta. Tinggalah rumah besar bertingkap kaca, anak menantu, sahabat dan tetangga, kait songket berbaju sutra, cincin emas dan batu permata, rubi, zambrud dan batu permata.

Kalau ada tangan yang pernah menyapu air mata, orang susah dan miskin papa, kepala anak yatim tiada berbapak, itulah yang akan dibawa serta.

Apa tanda Melayu menyapa, lemah lembut bertutur kata, apa tanda Melayu beragama, takut pada Allah semata, apa tanda Melayu bernegara tetes darah asal jangan hina.

Kalau memang datang menyapa saat tanah pusara sudah merata, anak, menantu, jiran tetangga tak akan mau ikut serta. Tinggal lah diri sebatang kara. Bila sampai masanya tiba, anak berbisik ke pangkal telinga, buah hati belaian jiwa berkata: Lailahailallah azza wajalla.

Sunday, 21 January 2018

Membekhu Tutukh Mu Pukak

Hari itu menjadi hari yang membahagiakan bagi Pukak Kedek, iya berhasil menyelesaikan Studi strata 1 nya di negeri "Firaun" dengan penambahan nama gelar LC.

Dengan gelar LC nya itu, iya pun berniat pulang ke kampung halamannya yang hampir 10 tahun iya tinggal kan, terhitung sejak iya tamat Madrasah Tsnawiyah di desa Cinendang Raya dulu. Tentu wajahnya semakin menjadi-jadi menahan rindu yang semakin menggebu pada kampung.

Sarjana muda ini mendapat beasiswa dari Provinsi untuk melanjutkankan sekolah tinggi hingga kuliah di Al Azhar berkat kecerdasan dan ketekunan terhadap ilmu pengetahuan. Tercatat bahwa dia adalah murid yang tidak "pacaran, merokok, narkoba, berkelahi, suka berdebat dan bolos". Masalah peringkat, jangan ditanyakan lagi.

Kini, Pukak Kedek pun sudah berkemas dan berpamitan dengan tetangga dan akan menuju Bandara.  Dari dalam Taksi yang iya tumpangi, tak sadar Pukak Kedek mengeluarkan Air Mata, tidak tahu apa sebabnya, sang supir pun bertanya.
Kenapa anda menangis saudara ku,? Tanya supir.
Ah, saya tidak sanggup meninggalkan Mesir ini, terlalu banyak kenangan..Jawab Pukak Kedek.
Supir pun memahami bagaimana 10 tahun akan menciptakan 10.000.000 lebih kenangan...
Iya, saya paham, sekarang anda pun seharusnya bahagia, anda akan kembali ke kampung halaman anda "Supir memberi semangat"...
Saya bingung, bagaimana nanti si Latifah tanpaku disini, "Jawab Pukak Kedek semakin menjadi-jadi"
Supir pun maklum dan tak sanggup melanjutkan obrolan lagi, hingga tiba di Bandara.

Selama penerbangan menuju Indonesia, Pukak Kedek terus berusaha agar mampu melupakan kenangan 10 tahun di Mesir, khususnya dengan Latifah, seorang wanita pertama yang iya kenal di Mesir. Pukak Kedek terus mencoba membayangkan kampung halaman, agar lupa dengan Mesir...

Assalamualaikum, ketukan pintu Pukak Kedek pun dibuka langsung oleh Ibunya,...
Waalaikum salam, Nggo ko khoh du Pukak, mbelen na ko nggo en cek, 10 tahun be odak kidah awe mu cek..."(Sudah pulang ya Pukak, makin besar ya nak, 10 tahun kita gak jumpa nak ya) Sambut ibu Pukak Kedek dengan pelukan dan air mata bahagia". Pukak Kedek pun memeluk ibunya sambil menangis....

Pukak Kedek pun masuk ke Rumah nya, iya melihat ada tamu seperti keluarga besar sedang ada di dalam rumah. Iya pun disambut dan disalami, dan keramaian rumah pun menjadi 2 kali lipat atas pulangnya Pukak Kedek.

Wah, Nggo makin mbelen ko du (Sudah besar ya?) Pukak ? Sahut Maktuan nya.
Makin meholi (Ganteng) kata Cek Mami nya.
Nggo gedang janggut (sudah panjang jenggot) mu ? Kata Pongah nya.
Sambutan hangat pun dirasakan oleh Pukak Kedek, setiba dirumah nya.

Pukak Kedek pun ikut bercerita dan menyantap makanan dirumah nya bersama tamu-tamu yang ada di rumah nya. Iya pun melihat setiap muka yang hampir setengah tamu yang hadir tidak ingat lagi. Jangankan wajah, "tutukh" (Panggilan Keluarga) pun iya sudah lupa.

Hingga tiba saat ketika Membekhu (Suami Kakak Ayah) nya datang, terkejut melihat Pukak Kedek yang ada dirumah..
Wah, Nggo ko balik (Sudah pulang) Pukak? Tanya "Membekhu" nya..
Nggo (sudah) Maktuan (Adik Mamak) kata Pukak Kedek spontan.
Para tamu pun ketawa dan Pukak Kedek pun paham bahwa "tutukh" nya tidak tepat..
"Membekhu tutukh mu bangku Pukak (Membekhu panggilan mu Pukak)" Ucap membekhu nya sambil senyum.

Suhardin Djalal, 21 Januari 2018

Wednesday, 22 November 2017

Contoh Akta Pendirian Koperasi


AKTA PENDIRIAN KOPERASI
Nomor:

Pada hari ini, Rabu tanggal dua pulah dua bulan november tahun dua ribu tujuh belas (22-11-2017) pukul sebelas Waktu Indonesia Barat (11.00 WIB)

Menghadap kepada saya, Suhardin Djalal , Sarjana Hukum, Notaris di Kantor Notaris & PPAT Suhardin Djalal SH, Jl Singkil-Rimo, Singkil, 24785 dengan dihadiri saksi-saksi yang nama-namanya akan disebut dalam akhir akta ini:

Tuan Rizky Aulia Fitri , lahir di Banda Aceh , pada tanggal dua november tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh enam (2-11-1996), pekerjaan pengusaha , bertempat tinggal di Jl Makam Pahlawan, Lampineung, Banda Aceh , pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: 1403101010008 , Warga Negara Indonesia;

Para penghadap masing-masing bertindak untuk diri sendiri menerangkan:


–  Bahwa dengan tidak mengurangi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta dengan izin dari pihak yang berwenang, para penghadap sepakat dan setuju untuk mendirikan suatu Koperasi dengan Anggaran Dasar sebagai berikut:

Tuesday, 12 September 2017

Konferensi Internasional, Peran Pemuda Aceh Dalam Memahamai Krisis Kemanusiaan Di Myanmar

Beberapa hal yang bisa saya utarakan setelah mengikuti Konferensi Internasional Terkait Krisis Kemanusiaan Di Myanmar, Peran Pemuda Aceh dalam Memahami Krisis Kemanusiaan Di Myanmar, adalah sebagai berikut
Pemerintah Myanmar hendak mem-Burma kan seluruh Warga Negara Myanmar dengan cara menolak pengakuan terhadap muslim Etnis Rohingya.
Sejarah kependudukan Etnis Rohingya di Rakhine State dihilangkan dan UU Kewarganegaraan di Myanmar tidak sesuai dengan sejarah. Sehingga, Etnis Rohingya dianggap bukan Etnis di Myanmar dan tidak diakui kewarganegaraan, kemudian dikategorikan sebagai Imigran Ilegal di Myanmar.
Myanmar saat ini juga di pengaruhi oleh kekuatan militer, bahkan di Parlemen lebih banyak militer dari pada sipil.
PBB menganggap konflik di Myanmar sejauh ini sebagai Development Crisis, Human Right Crisis dan Security Crisis.
Perlu kita ketahui juga, Rakhine State adalah wilayah pintu gerbang masuk dari arah barat, Rakhine State juga mempunyai Sumber Daya Alam yang melimpah.
Myanmar menganggap Etnis Rohingya sebagai Teroris dikarenakan ada beberapa Etnis Rohingya yang mempunyai senjata. Etnis Rohingya yang memiliki senjata itu sejatinya adalah sebagai pelindung karena ketidakamanan di wilayah nya, sejak di cabut nya hak kewarganegaraan.

Pembicara:

1. Kyaw Win (London -UK/Yangon - Myanmar)
2. Lilianne Fan (Yayasan Geutanjoe)3. Joanne Lauterjung Kelly (Karuna Center for Peacebuilding)4. Daniel Awigra (Program Manager Advokasi ASEAN HRWG)5. Shadia Marhaban (Mediators Beyond Borders International).