Catatan Penulis Hari Ini

Berbagilah kepada mereka yang membutuhkan, bersyukur atas segala pencapaian

Saturday, 3 January 2015

Kenapa?

Kenapa?
Sebuah cerpen karangan Suhardin Djalal, Mahasiswa Fakultas Hukum Unsyiah

Nayla bangun pagi-pagi masih gelap kemudian mandi dan Sholat shubuh, setelah itu Nayla bersih-bersih rumah lalu sarapan serta bersiap-siap untuk ngampus. Nayla pun berangkat ke kampus tampak semangat sekali. Kenapa tidak, Nayla yang di tunjuk sebagai ketua panitia ospek adalah mahasiswi angkatan 2014 yang selisih 1 tahun dengan maba 2015 tentunya akan tidak mudah megemban tugas sebagai ketua panitia.

Pagi-pagi itu pun seluruh maba sudah hampir semua berkumpul, dan akan segera di mulai kegiatan ospek maba 2015. Fahmi, anak maba cowok yang terkenal memang bandelnya selama sekolah di SMA dulu datang terlambat. Kemudian Nayla memanggilnya dan memisahkannya dari barisan maba yang lain.
“Kenapa telat?” Ujar Nayla dengan nada yang sedikit tampak marah. Fahmi tanpa tanggapan. “ayo jawab” seru Nayla kembali bertanya. “Jalan macet, emang kakak bisa buat jalan gak macet?” balas Fahmi melawan dengan sifat kekanakannya. Nayla merasa malas menanggapi maba yang dia anggap tidak jelas itu dan Nayla pun menyerahkan ke panitia lain untuk mengatasi maba yang terlambat, dan Nayla segera kembali mengurusi maba lain yang sudah berkumpul.

Masa orientasi selesai,hari pertama masuk kuliah Fahmi bersama teman-teman nya yang tampak seperti geng berjalan menuju kantin dan tidak sengaja menabrak Nayla yang sedang membaca mading kampus. “Ey, sorry kak ya. Gak sengaja.” Sambil lalu. Nayla kesel, lebih-lebih dia ingat itu anak ialah maba yang melawan orientasi kemarin. Nayla terkenal sebagai cewek yang cantik namun sering disebut tomboy karena memang Nayla cewek yang bicaranya sangat tegas.
Fahmi dan teman-teman nya pun duduk di kantin, Fahmi termasuk cowok yang tazir dan juga ganteng, Cuma saja dia di kenal cowok yang sombong di saat SMA dulu. Nayla nongol di kantin, mau ambil foto copy di kantin. Nayla mau bayar dengan mengambil dompet di tasnya, Nayla lupa membawa dompet dan keliatan dia sedang kebingungan.

Fahmi menghampiri,                                                                          
Fahmi              :“Kenapa kak? Lupa bawa dompet ya, biar saya yang bayarin dulu ya? Lain waktu kakak bisa ganti” tiba-tiba Fahmi menjadi baik.

Nayla yang sangat butuh tidak bisa menolak tawaran dari Fahmi yang menawarkan bantuannya.
Nayla               :“ya, terima kasih ya. Insya ALLAH besok kakak ganti uangnya ya? Jawab Nayla dengan nada lembut.
Fahmi yang sebenarnya sudah naksir kepada Nayla sejak Orientasi , tidak mau menampakkan perasaannya kepada siapa pun dengan cara biasa saja seperti tak ada sesuatu dengan dia
.
Hari kedua kuliah, Fahmi tak datang ke kampus. Nayla sedang mencari Fahmi untuk membayar hutang nya kemarin  belum bertemu dengan Fahmi sejak tadi pagi sampai menjelang siang ini. Nayla menghampiri teman-teman Fahmi hendak ingin menanyakan dimana Fahmi. “Ada yang nampak Fahmi gak? Pengen bayar hutang nie?” tanya Nayla kepada teman-teman Fahmi. “Ntah, gak tahu thu. Tadi di telpon gak di angkat juga gak balas sms.” Tiba-tiba ada seorang teman cewek datang tergesa-gesa lari menghampiri teman-teman yang sedang berkumpul ramai. “Eh eh, kalian tahu gak? Fahmi kecelakaan tadi pagi mau berangkat ke kampus. Dan denger-denger, siang ini Fahmi akan di bawa ke RS di Jerman untuk operasi. Nayla dan teman-teman Fahmi sangat terkejut mendengar berita yang baru saja mereka dengar. Nayla tampak lemah seketika karena merasa sangat tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

Hari demi hari Nayla terus terpikir dengan keadaan Fahmi dan seringkali berdoa-doa semoga Fahmi cepat sembuh. Suatu hari, Nayla coba datang ke rumah Fahmi bersama teman-teman dekat Fahmi untuk menanyakan keadaan Fahmi di Jerman, namun berita baik juga belum mereka dengar. Nayla sepertinya sangat berduka dengan kecelakaan yang di alami Fahmi, cowok yang sekarang bagi dia adalah cowok yang sangat-sangat baik dan murah hati.


Sudah 2 minggu belum juga ada kabar baik dari Fahmi, Nayla sudah bercampur rasa cemas, gelisah juga merasa takut jika Fahmi kenapa-kenapa. Nayla sepertinya sangat rindu akan kehadiran Fahmi di kampus yang sekarang membuat kuliah nya menjadi kurang semangat.

Share:

0 komentar:

Popular Posts