Thursday, 17 December 2015

Mahasiswa Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Singkil


BANDA ACEH - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aktivis Mahasiswa As-Singkily (Family) berdemo di depan Gedung Mapolda Aceh, Banda Aceh, Selasa (15/12). Mereka mendesak Polres Aceh Singkil dan Polda Aceh mengusut tuntas kasus bentrokan massa terkait pendirian rumah ibadah di Singkil, 13 Oktober 2015.
Amatan Serambi, mahasiswa mendatangi Mapolda Aceh sekira pukul 11.00 WIB dengan mengusung beberapa spanduk bertulisan kecaman terhadap polisi karena dianggap lamban menangani kasus bentrokan itu. Selain mengusung spanduk, beberapa peserta aksi perempuan juga mengenakan cadar dan memegang payung sebagai simbol matinya keadilan hukum di Singkil.
Koordinator Aksi, Mawardin, dalam orasinya mengatakan, pihak kepolisian di Aceh Singkil, terkesan tebang pilih dalam menyelesaikan kasus bentrokan yang terjadi di jalan menuju Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil. Ia mendesak, Polres Aceh Singkil tidak melimpahkan perkara kasus ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Singkil, sebelum semua pelaku penembakan ditangkap.
“Saat ini, baru empat orang yang sudah ditetapkan tersangka karena disebut merusak rumah ibadah. Sementara masih banyak dari pihak satu lagi yang belum ditangkap, mereka adalah pelaku penembakan. Bukan satu orang yang menembak saat itu, tapi ada beberapa orang lainnya dan itu terorganisir, jadi hukumnya jangan berlaku untuk satupihak saja,” kata Mawardin.
Katanya lagi, Singkil adalah kabupaten yang selama ini sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan toleransi dengan siapa pun. Namun, jika polisi tidak adil mengungkapkan kasus dimaksud, dikhawatirkan akan menyulut konflik baru. “Hasil penyelidikan polisi itu kita khawatirkan akan memancing kerusuhan lagi, karena tidak adil. Itu bukan harapan kita semua. Makanya kita ingin polisi mengusut tuntas, tangkap juga pelaku di pihak sebelah sana,” ujar Mawardin.
Kemarin, mahasiswa juga mendesak ingin berjumpa dengan Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi untuk beraudiensi. Namun, seorang personel Polda Aceh mengabarkan bahwa Kapolda sedang tidak di tempat. Alhasil, mahasiswa membubarkan diri secara tertib, namun mengancam akan menurunkan massa yang lebih banyak lagi. “Mungkin karena hari ini kami datang sedikit, kalau rame baru mau dijumpai,” ujar Mawardin kepada Serambi.
Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2015/12/16/mahasiswa-desak-polisi-usut-tuntas-kasus-singkil

Share this

0 Comment to "Mahasiswa Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Singkil"