Catatan Penulis Hari Ini

Berbagilah kepada mereka yang membutuhkan, bersyukur atas segala pencapaian

Thursday, 11 February 2016

Warga Tolak Pelabuhan Tradisional Pulo Sarok Dipindah Ke PPI Anak Laut


SINGKIL - Warga menolak rencana pemindahan pelabuhan tradisioanal dari Jembatan Tinggi Pulau Sarok, Singkil ke pelabuhan pendaratan ikan (PPI) Anak Laut. Salah satu alasannya, biaya transportasi akan membengkak serta menghilangkan mata pencaharian penduduk sekitar yang menggantungkan hidup dari keberadaan pelabuhan tersebut.
“Untung pikiran kami masih waras, karena ini masalah sejengkal (mencari nafkah-red). Biarkan bongkar muat tetap di sekitar Pelabuhan Jembatan Pulau Sarok,” ujar Nasran, perwakilan warga yang tinggal di sekitar pelabuhan dalam rapat dengar pendapat dengan anggota DPRK Aceh Singkil, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perhubungan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah serta unsur terkait lainnya, Selasa (9/2).
Rapat dengar pendapat juga turut dihadiri anggota dewan antara lain Jafriadi, Azmi, Aritonang, Al Hidayat, Taufik dan lainnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Singkil, Ismet Taufiq mengatakan, pihaknya menawarkan bongkar muat ikan dialihkan ke PPI Anak Laut. Mengingat kondisi pelabuhan Jembatan Tinggi Pulau Sarok, tidak memadai dan mengganggu lalu lintas sebab berada di pinggir jalan dua jalur.
Sebaliknya di PPI sudah ada fasilitas walau belum bisa dikatakan maksimal. “Kami menginginkan bongkar muat khusus ikan di PPI Anak Laut. Sementara barang dan orang tetap di Jembatan Tinggi. Kami ingin bongkar muat bisa terkonsentrasi dan tidak menyulitkan pengguna jasa,” jelas Ismet.
Namun tawaran itu dinilai menyulitkan. Menurut warga boat pengangkut barang, ikan dan penumpang tidak dapat dipisah. Sehingga akan sangat menyulitkan jika ikan dibongkar di PPI, kemudian mereka harus berlayar lagi ke Jembatan Tinggi Pulau Sarok membongkar barang dan menurunkan penumpang. Menurut penuturan warga, boat juga sulit bersandar di Jembatan Tinggi Pulau Sarok. Sebab harus menunggu pasang saat keluar masuk dan masih terdapat banyak sisa bangunan yang kerap membuat boat tersangkut.
Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil Yulihardin mengatakan, apa yang disampaikan warga merupakan masukan bagi dewan. Tinggal lagi pemerintah kabupaten memutuskan kebijakan tepat. “Lokasi Pelabuhan Jembatan Tinggi Pulau Sarok sangat strategis, di sana juga sudah tercipta pasar sendiri. Masukan dari warga tidak bisa diabaikan,” ujarnya.
Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2016/02/10/warga-tolak-pelabuhan-tradisional-dipindah
Temukan Saya di Facebook
Ikuti Saya di Twitter
Share:

0 komentar:

Popular Posts