Catatan Penulis Hari Ini

Berbagilah kepada mereka yang membutuhkan, bersyukur atas segala pencapaian

Tuesday, 29 March 2016

Kualitas Air Buruk, Warga Singkil Menderita Penyakit Kulit


ACEH SINGKIL - Kebutuhan air bersih di Kabupaten Aceh Singkil saat ini masih menjadi persoalan pelik, salah satunya di wilayah Kecamatan Singkil Utara. Ketiadaan pasokan air bersih itu membuat warga terpaksa mengkonsumsi air payau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Akibatnya banyak warga di wilayah itu menderita penyakit kulit seperti yang dialami warga Desa Gosong Telaga Barat Kecamatan Singkil Utara. 

Hal itu terjadi lantaran untuk mandi dan mencuci pakaian warga di lingkungan itu terpaksa menggunakaan air berwarna ke coklatan dengan aroma anyir. 

Dede (30) warga desa itu kepada AJNN, Senin (28/3) mengatakan penyakit kulit jenis eksim itu sudah mendera warga sejak tiga bulan terakhir ini. 

"Warga di lingkungan kami banyak yang terserang gatal-gatal seperti eksim, ini akibat air di tempat kami sangat buruk, bau dan berwarna coklat kehitaman. Tapi karena tidak ada pilihan kami terpaksa menggunakan air itu untuk mandi dan mencuci, kalau untuk air minum dan memasak kami terpaksa beli air galon," ujarnya.

Dede menyebutkan, penyakit kulit yang diderita warga awalnya munculnya bintik-bintik merah pada bagian kulit, lama-kelamaan membengkak dan pecah, jika dibiarkan akan menjalar kebagian kulit lainya.

"Awalnya muncul bintik merah, bekak dan lama kelamaan pecah dan berair," terang Dede.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil Edi Widodoyang dikonfirmasi terkait hal itu tidak menampik jika penyakit kulit yang timbul di pemukiman itu terjadi lantaran kualitas air yang tidak bersih, namun menurutnya banyak faktor lain yang menyebabka timbulnya penyakit kulit.

"Bisa jadi penyebabnya karena airnya tidak bersih, tapi banyak faktor lain," kata Edi.

Edi Widodo berjanji akan segera menurunkan tim ke lapangan agar dapat diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama timbulnya penyakit gatal-gatal tersebut. Hal itu dilakukan agar pihaknya dapat mengambil tindakan pencegahan.

"Kami mengimbau warga untuk selalu menggunakan air bersih, misalnya menyaring air sebelum digunakan atau menampung air hujan. Untuk yang sudah terserang penyakit kami menyarankan agar segera berobat ke puskesmas, agar dapat dilayani secara gratis" himbau Edi.

Di Aceh Singkil, Kebutuhan air bersih hingga kini memang masih menjadi persoalan, PDAM di wilayah itu hingga kini baru mampu melayani kebutuhan air di tiga Kecamatan yakni Gunung Meriah, Simpang Kanan dan Singkil, selebihnya warga terpaksa menggunakan air payau atau air sungai untuk memenuhi kebutuhan terutama mandi dan mencuci.

Sumber : http://www.ajnn.net/news/kualitas-air-buruk-warga-singkil-menderita-penyakit-kulit/index.html

Share:

1 komentar:

Blog Archive

Popular Posts