Catatan Penulis Hari Ini

Berbagilah kepada mereka yang membutuhkan, bersyukur atas segala pencapaian

Tuesday, 17 May 2016

Anggota DPRK Aceh Singkil Dapat Rp 700 Juta, Penggunaan Anggaran Disebut Tak Jelas

BANDA ACEH –  Himpunan Mahasiswa Pelajar Aceh Singkil (Himapas) meminta agar dana aspirasi anggota DPRK Aceh Singkil diperjelas arah penyalurannya,  jumlah anggaran aspirasi DPRK Aceh Singkil yang begitu besar, selama ini belum terasa manfaatnya bagi masyarakat Aceh Singkil, ujar Syahrul Manik kepada Klikkabar.com selaku ketua Himapas, Senin 16 Mei 2016.
“Ironisnya, sampai saat ini belum ada progres yang membanggakan terhadap kinerja dewan itu sendiri,” katanya.
Belum lagi kondisi Aceh Singkil yang tertinggal, sungguh sangat disayangkan pihak DPRK hanya ingin meraup keuntungan sendiri di tengah penderitaan masyarakat, tuturnya.
“Kami mendesak DPRK Aceh Singkil untuk  berbenah diri. Jangan terus menerus menzalimi dan merampas uang rakyat saja bisanya”, tegas Syahrul.
Ia menilai kapasitas DPRK Aceh Singkil yang belum mengedepankan tanggung jawab dalam  mengemban amanah rakyat. Terbukti dari masih sangat minimnya fungsi legislasi dan pengawasan yang dilakukan wakil rakyat.
Belum lagi, terdapat 15 perusahaan perkebunan yang tidak menjalankan aturan hukum, CSR dan plasma juga tak direalisasikan sesuai amanah undang-undang perseroan terbatas dan qanun perkebunan.
Mirisnya lagi, para wakil rakyat justeru disibukkan dengan memperbanyak jumlah dana aspirasi, namun mayoritas programnya tidak menyentuh kebutuhan masyarakat. Sungguh ini mengecewakan masyarakat, ungkapnya.
Bila ini terus dilakukan berkelanjutan  dan tidak dilakukan evaluasi, maka kita menganggap selama ini para wakil rakyat telah gagal dalam mengemban amanah, sambungnya.
“Kami mendesak agar dana aspirasi anggota DPRK Aceh Singkil dapat digunakan untuk program-program yang pro rakyat yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat”, kata Syahrul.
Disamping itu, kita meminta pihak yang berwenang agar mengaudit dana aspirasi DPRK Aceh Singkil tahun 2016 yang berjumlah sebesar 700 juta perorang atau keseluruhannya mencapai 17 Miliyar rupiah. Anggaran dengan jumlah besar tersebut sarat penyalahgunaan dan berpotensi KKN, pungkasnya.

Share:

0 komentar:

Blog Archive

Popular Posts