Friday, 13 May 2016

Bupati Singkil: Surat PT.Delima Makmur Seperti Mengusir Warga


ACEH SINGKIL - Setelah melakukan aksi selama empat jam. Bupati Aceh Singkil Syafriadi akhirnya datang menemui massa Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Aceh Singkil (Kommas) yang datang berunjuk rasa ke kantornya menuntut pemerintah melindungi hak mereka atas tanah desanya yang kini diklaim masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) PT. Delima Makmur.

Bupati H Syafriadi didepan masa yang berdemo menyebut, surat PT. Delima Makmur kepada pemilik lahan dan kelompok tani di Desa Situban Makmur Kecamatan Danau Paris tertanggal 12 April 2016 perihal peringatan untuk menghentikan penanaman dan segera melakukan pengosongan atas lahan yang digarap sama artinya dengan meminta warga mengosongkan desa.

"Kalau suratnya memberi peringatan agar mengosongkan itu artinya sama dengan menyuruh masyarakat keluar dari lahan atau perumahan mereka, untuk itu kami akan tindak lanjuti," kata Safriadi, Kamis (12/5).

Syafriadi meminta warga untuk bersabar dan tidak berbuat anarkis, mempercayakan penyelesaian persoalan kepada pemerintah. Ia meminta waktu dua minggu untuk memanggil pihak perusahaan agar bisa duduk bersama dengan masyarakat dan pemerintah guna mencari solusi atas persoalan tersebut.

"Saya minta bapak-bapak bersabar dan tidak berbuat anarkis, beri kami waktu dua minggu untuk memanggil pihak perusahaan tersebut, nanti kami duduk bersama muspida mencari solusinya, jika itu memang hak bapak-bapak, maka kami akan perjuangkan, kami tahu itu adalah hak bapak," ujar politisi Golkar itu.

Dihadapan pengunjuk rasa yang mendapat pengawalan dari Polres Singkil itu, Syafriadi mengaku sudah pernah menurunkan tim yang terdiri dari Badan Pertanahan (BPN), kepolisan, pemerintah daerah dan pemerintah rrovinsi untuk mengukur ulang lahan dan meminta agar lahan dan perumahan masyarakat di inklab atau dikeluarkan dari HGU.

"Tapi itu belum selesai, mereka sudah mengeluarkan surat itu, untuk itu kami akan menindak lanjutinya, mohon bapak-bapak bersabar," harap Safriadi.

Pantauan , dari sejumlah poster dan sepanduk yang dibawa massa diantaranya bertuliskan 'PT. Delima Mafia, HGU PT. Dalanta Benar'. Poster tersebut seakan mengisyaratkan massa yang berunjuk rasa memberikan dukungan pada keberadaan perusahaan milik Bupati yang juga bersengketa dengan PT. Delima Makmur.

"Kalau hari ini PT. Delima Makmur bisa mengatakan ini HGU mereka itu Bohong. Contohnya salah satu PT. Dalanta bisa membuat HGU diatas HGU yang ditelantarkan, berarti yang sah adalah HGU PT. Dalanta, bukan yang ditelantarkan," sebut Hasmansyah sebelum membacakan tuntutan mereka.

Sumber : http://www.ajnn.net/news/bupati-singkil-surat-pt-delima-makmur-seperti-mengusir-warga/index.html?1462455240000

Share this

0 Comment to "Bupati Singkil: Surat PT.Delima Makmur Seperti Mengusir Warga"