Catatan Penulis Hari Ini

Berbagilah kepada mereka yang membutuhkan, bersyukur atas segala pencapaian

Thursday, 19 May 2016

Kadisdik Singkil Bantah Gelapkan Dana Sertifikasi Guru


ACEH SINGKIL - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil H. Yusfit Helmi membantah tudingan jika dirinya menggelapkan dana sertifikasi guru tahun 2014 sebagaimana yang dituduhkan oleh M.Najur dan sejumlah guru lain saat menggelar unjuk rasa, Selasa (17/5) kemarin.
Kepada Wartawan, Yusfit Helmi mengaku tudingan Ketua Kobar GB Aceh Singkil itu merupakan fitnah yang sangat merugikan dirinya. Tudingan M.Najur disebutnya sebagai tuduhan yang tidak berdasar dan sama sekali tidak benar. Sebab seluruh dana sertifikasi tahun 2014 telah dibayarkan. "Ini tuduhan yang mengada-ngada, semuanya sudah kita bayarkan dan kami memiliki bukti lengkapnya," ujar Yusfit, Rabu (18/5).

Yusfit bahkan menantang Najur untuk membuktikan apa yang dituduhkan kepada dirinya itu, termasuk soal data 500 orang guru yang dikatakan belum menerima kekurangan dana sertifikasi tahun 2014 dengan total nilai Rp 800 juta. Sebab jumlah guru penerima dana sertifikasi tahun tersebut hanya sebanyak 437 orang. "Data 500 orang yang dia bilang saja kita tidak tau sumbernya, penerima tunjangan sertifikasi tahun itu hanya 437 orang bukan 500 orang, dari data itu saja sudah tidak benar. Saya tantang dia untuk membuktikanya," kata Yusfit.
Selain itu kata Yusfit, dalam mencairkan dana sertifikasi guru, Dinas Pendidikan hanya mengurus administrasi sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kementerian Pendidikan Nasional tentang penerima dana sertifikasi. Dimana SK tersebut turun setelah pihak sekolah membuat laporan secara online kepada kementerian. Berdasaran laporan Operator Dapodik sekolah itulah jumlah penerima dana sertifikasi diketahui.

"Proses pencairan dana sertifikasi saja kami sama sekali tak bersenggolan, jangankan uang itu singgah di dinas, melintas pun tidak, bagaimana kita mau korupsi. Apa lagi jumlah dan siapa penerimanya bukan kami yang menetapkan," ujarnya.

Yusfit menerangkan jikapun terjadi kekurangan dan keterlambatan bayar itu bukan merupakan hal yang sengaja dilakukan Dinas Pendidikan, melainkan karena lambatnya SK penerima dari Kemendiknas sampai ke dinas dan adanya kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat.

"Dana sertifikasi dibayarkan setelah adanya SK, karena tidak semua guru yang memiliki sertifikasi mendapatkan tunjangan tersebut itu tergantung SK yang kami terima" terangnya.

Sebelumnya, sejumlah guru di Kabupaten Aceh Singkil yang dikomandoi Ketua Kobar GB M Najur berunjuk rasa menuntut Kajaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dan Komisi Pemberantasan Korupsi menindaklanjuti pengaduan mereka atas dugaan korupsi pembayaran kekurangan dana sertifikasi tahun 2014 yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil itu.

Bahkan dalam orasinya Najur juga menuntut partai Golkar bertanggung jawab atas persoalan pendidikan di Aceh Singkil, alasannya karena Partai Golkar merupakan partai pengusung Pemerintah Aceh Singkil saat ini. Sehingga mereka menuntut partai berlambang pohon beringin itu memainkan perannya mendorong pemerintah dalam memperbaiki mutu pendidikan di bumi sekata sepekat.

Share:

0 komentar:

Blog Archive

Popular Posts