Sunday, 15 May 2016

Membangun Singkil Bermula Dengan Kritik

SETELAH ditetapkan sebagai satu satunya daerah yang tertinggal di Provinsi Aceh. Penetapan Aceh Singkil sebagai satu dari 122 Kabupaten tertinggal di Indonesia tersebut termaktub di dalam Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 tentang penetapan daerah tertinggal.
Aceh Singkil tentunya sudah mendapatkan lampu sebagai penjelas bahwa masih banyak aspek yang harus dibenahi dari segala aspek baik dari aspek ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan. Bagaimana tidak, melihat beberapa hal ke belakang kurang dari setahun ini tentunya kita telah mendapati berbagai persoalan-persoalan yang terjadi di Kabupaten Aceh Singkil. Diantaranya :
1. Banjir Berkepanjangan
2. Buaya Memakan Korban
3. Akses Jalan yang rusak
4. Konflik SARA
5. Pembangunan Akses Penghubung Aceh Singkil – Aceh Selatan
Dengan beberapa persoalan di atas kita tentunya harus lebih kritis dalam memahami dan menanggapinya, mencari akar masalah penyebabnya. Yang sebaiknya dapat diteliti oleh para peneliti dan para Profesor di Aceh ini. Sehingga nantinya diharapkan akan dapat memunculkan kritik dan saran sebagai awal dari pembangunan Aceh Singkil yang menjadi daerah tertinggal ini.
Potensi Kabupaten Aceh Singkil
Melihat dari sisi potensinya, Aceh Singkil sejatinya mempunyai banyak potensi dari berbagai sektor, diantaranya Sektor Pertanian, kelautan dan perikanan. Seperti kita ketahui, hasil perkebunan sawit sangat potensial yang juga banyak dijadikan sebagai mata pencahariaan masyarakat setempat. Dari segi kelautan dan perikanan dijadikan sebagai mata pencarian di daerah pesisir.
Selain dari itu, Aceh Singkil mempunyai tempat kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara yaitu Kepulauan Banyak. Pulau Banyak merupakan penghasil pendapatan wisata terbesar di Aceh Singkil. Bagaimana tidak, pulau banyak mempunyai laut yang jernih, karang yang belum rusak, pasir pantai yang putih, pepohonan kelapa yang tersusun rapi di setiap pesisirnya yang menjadikan sebab wisatawan berkunjung ke darah ini.

Perlunya Kritikan dari Profesor dan Peneliti

Aceh Singkil sangat memprihatinkan dengan status daerah tertinggal, ini bukan saja masalah lapisan Pemerintahan Kabupaten Aceh Singkil saja, akan tetapi Pemerintahan Aceh juga mungkin juga bagi profesor dan peneliti.
Karena di Aceh ini sangat banyak Profesor dan Peneliti yang hebat, baik dari segi sosial, ekonomi, lingkungan maupun budaya masyarakat.Dengan ini sangat di harapkan kritik dan saran mereka agar dapat membantu pembangunan Aceh Singkil yang lebih baik setiap tahunnya. Yang tentunya juga diharapkan kritik dan saran itu dapat direspon langsung oleh pemerintah dan instansi lainnya dalam pembangunan daerah ini. Agar tidak menjadi daerah tertinggal lagi dan alhasilnya terciptalah pembangunan Provinsi Aceh yang merata bagi seluruh Kabupaten/kota nya.
Problem krusial Kabupaten Singkil
Sebagai kabupaten paling ujung dan perbatasan Aceh, Singkil juga mengalami beberapa persoalan, baik sosial maupun infrastruktur, di antaranya :
kemiskinan
Belum rampungnya jalan tembus Aceh Singkil ke Buloh Seuma, yang dapat menghemat perjalanan darat Singkil menuju Banda Aceh, tanpa harus memutar melewati Kota Subulussaslam.
Penanganan banjir yang mendesak.
Lemahnya penguatan nilai adat sebagai basis identitas dan modal sosial masyarakat Singkil.
(Sumber : Muhajir Al Fairusy, Etnografer Aceh Singkil “Problem krusial Kabupaten Singkil”)

Harapan kepada Aceh Singkil
Seiring berkembangnya zaman sekarang ini, tentunya kita berharap berdampak baik bagi Aceh Singkil dalam pembangunan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam nya. Kita tidak dapat merubah Aceh Singkil hanya dengan “sim salabin abra kadabra” maka sejatinya hanya tindakan yang dapat merubahnya. Maka dari itu, marilah bersama sama kita turut serta dalam membangun Aceh Singkil kedepan dengan doa dan tindakan yang nyata dari setiapkita agar Aceh Singkil dapat lebih baik. Karena, mulai dari pemuda dan mahasiswa hingga orang orang tua juga harus ikut membantu Pemerintah dalam membangun Aceh Singkil ini.
Hentikan prasangka buruk dan mari bersatu, jangan ada konflik lagi. Para pejabat marilah ayomi masyarakat, tampung aspirasi dan tekun dalam melaksanakn tugas yang di titipkan rakyat. Kita tidak boleh saling mementingkan diri dan merasa kitalah yang paling benar yang dengan itu hanya akan menyebabkan ketertinggalan ini semakin jauh dari yang lainnya.
Jaga para generasi, biarkan nanti mereka merasakan kebaikan dari kerja para orang tua sekarang ini. Berikan contoh bekerja yang baik kepada mereka, agar mereka dapat menjaganya dikemudian kelak. Semoga Aceh Singkil secepatnya dapat di benahi secara merata dan fokus kepada titik titik yang masih belum terbenahi.
Sumber : http://www.acehtrend.co/membangun-singkil-bermula-dengan-kritik/
Sumber : http://suhardindjalal.blogspot.co.id/2016/04/membangun-singkil-bermula-dengan-kritik.html

Share this

0 Comment to "Membangun Singkil Bermula Dengan Kritik"