Tuesday, 20 September 2016

Perkara Perceraian di Aceh Singkil dan Subulussalam Meningkat

Singkil: Perkara  perceraian di Kabupaten Aceh Singkil dan Subulussalam mengalami peningkatan. Sampai dengan September 2016, Gugatan cerai sudah mencapai 90 perkara, meliputi Perceraian Talak dan Perceraian Gugat.  Perceraian talak, yaitu gugatan yang disampaikan oleh pihak laki-laki (suami), dan Perceraian Gugat,  yaitu gugatan perceraian yang disampaikan perempuan (istri).
Ketua Mahkamah Syariah Aceh Singkil, Drs. H. Idrsis, SH, melalui Penitera, Taharuddin menjelaskan  perkara perceraian  diperkirakan meningkat, padahal  jika dibandingkan tahun 2015, perkara perceraian sampai akhir tahun tidak sampai ratusan.  Tahun 2016, gugatan perceraian lebih banyak.  Cerai Gugat, yang diajukan oleh Pihak Perempuan (Istri).
“Kalau cerai gugat  dari perempuan, kalau cerai talak itu dari laki-laki. Tahun ini,  Singkil dan Subulussalam sudah 90 perkara. Ini ada sisa beberapa bulan lagi, mungkin akan mencapai ratusan, padahal biasa tidak sampai ratusan.  Jadi meningkat namanya.  Cerai gugat yang banyak, dari perempuan,” kata Taharuddin, Senin (18/9/2016).
Taharuddin sangat menyesali peningkatan gugatan cerai yang terjadi.  Menurutnya, gugatan cerai sangat disayangkan, karena memberi dampak tidak baik bagi keluarga.   Khususnya untuk anak-anak pihak yang mengajukan gugatan.
“Yang kita sedihkan,  mereka bercerai, tapi yang menderita anak-anak mereka.  Kemudian bermasalah sampai harta bersama, berekor terus permasalahan.  Jadi tidak ada yang membuat mereka senang, yang ada susah.  Sekolah anak-anak mereka juga bagaimana? Kalau punya ayah tiri atau ibu tiri juga kan sudah beda,” tutur Taharuddin.
Cerai gugat yang diajukan kebanyakan, karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Pihak laki-laki (suami).  Dari 90 perkara yang masuk ke Mahkamah Syariah Islam, ada yang sudah putus untuk Cerai,  beberapa kasus ada yang menempuh jalan dama , dan beberapa masih dalam proses.
Taharuddin berharap, untuk perkara  yang masih dalam proses akan mengambil keputusan untuk berdamai.

Sumber : http://www.rri.co.id/post/berita/309823/daerah/perkara_perceraian_di_aceh_singkil_dan_subulussalam_meningkat.html

Share this

0 Comment to "Perkara Perceraian di Aceh Singkil dan Subulussalam Meningkat"