Sunday, 23 October 2016

Ibu, Anakmu Sangat Merindukanmu

Ku bayangkan disana sang Umak
Aku sangat merindukannya
Sedang apa ia
Apakah ia sedang tidur karena kelelahan
Atau sedang mencuci piring yang terlewatkan karena letihnya
Atau. . .
Mungkin ia sedang memikirkanku disini
Memikirkan sang anak
Sang anak yang ia relakan berjauhan dengannya
Sang anak yang ia harapkan bernasib baik
Betapa tidak
Setiap keberangkatan tampak senyum bangga di wajahnya
Namun selalu saja tampak wajah tak relanya
Namun ia selalu mengalah dengan keadaan
Keadaan dimana anaknya harus mengejar cita-cita
Tetap saja tiada pudar
Raut wajahnya mencerminkan rindu
Sang anak yang selalu ia rindukan berjarak dengannya

Umak
Kubayangkan Umak disana
Wajah yang sangat kurindukan
Wajah yang sangat ingin kulihat setiap hari
Aku tahu
Kini ia sedang menghitung hari dirumah
Tanpa anaknya yang memakan maskannya
Tanpa anaknya yang bisa ia panggil
Namun ia terus saja menghitung
Menghitung uang yang terkumpul
Menghitung Usia yang semakin bertambah
Umak
Anak mu di rantau orang
Sangat merindukanmu.

Suhardin Djalal Banda Aceh, 15 Oktober 2016

Share this

0 Comment to "Ibu, Anakmu Sangat Merindukanmu"