Wednesday, 26 October 2016

Nasib Sang Duka

Sang duka duduk tidak santai dibawah pohon keserakahan
Beragam suara telah terdengar
Suara keji dimana-mana
Janji berserakan seperti sampah
Mengapa?
Kini sang paduka sedang ingin bercerita
Paduka rakyat yang sedang mencari bentuk jelma
Sepertinya ia tiada mendengar teriakan
Teriak para duka sedang mencela
Teriak yang berbuih
Berbuih penuh dengan ocehan sumpah
Biarkan saja ia terus mencela

Sepotong cerita dibacakan
Tersimpul kisah tanda malapetaka
Sang duka semakin takut
Bertanya dengan alunan sepoi-sepoi
Nasibku akan kah berubah?
Sang duka tetap berharap berganti nama
Ia bosan dengan nasibnya
Tapi, ia hanyalah seorang duka
Apa bisa ia jadi bahagia.

Suhardin Djalal Banda Aceh, 15 Oktober 2016

Share this

0 Comment to "Nasib Sang Duka"