Monday, 28 November 2016

Narkoba dan Rehabilitasi

Syarat Permohonan Rehabilitasi
Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari laman *Badan Narkotika Nasional (“BNN”)
*, syarat-syarat permohonan rehabilitasi itu adalah
1.Surat Permohonan Bermaterai ke BNN berisi antara lain:
a.Identitas pemohon/tersangka
b.Hubungan Pemohon dan tersangka
c.Uraian Kronologis dan Pokok Permasalahan Penangkapan Tersangka
2.Pas Foto tersangka 4 x 6 (1 lembar)
3.Foto Copy Surat Nikah bila pemohon suami/istri tersangka
4.Foto Copy Surat Izin Beracara bila pemohon adalah Kuasa Hukum/Pengacara Tersangka dan surat kuasa dari keluarga
5.Surat Keterangan dari Sekolah/Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan, bila tersangka adalah pelajar/Mahasiswa
6.Surat keterangan dari tempat kerja, bila tersangka sebagai pekerja/pegawai
7.Fotocopi surat penangkapan dan surat penahanan
8.Surat Keterangan dari tempat rehgabilitasi, bila yang bersangkutan pernah atau sedang proses Rehabilitasi
9.Surat Rekomendasi dari penyidik, Jaksa Penuntut umum atau hakim untuk direhabilitasi/asesmen
10.Fotocopi Surat Permohonan Rehabilitasi kepada Penyidik, Jaksa Penuntut Umum atau Hakim
11.Surat Pernyataan bermaterai
12.Menunjukkan Surat Penangkapan dan Penahanan Asli
13.Foto copy KTP Orang Tua/Wali, Tersangka dan Pengacara/ Kuasa Hukum
14.Foto copy kartu keluarga
15.Foto copy izin dari pengacara
Narkotika adalah zat atau obat
yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasanyeri
 dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009)
- Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
- Garam-garam
dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997).
setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997.
- Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.
- Jenis Psikotropika sering dikaitkan dengan istilah Amfetamin, di mana Amfetamin ada 2 jenis yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi. Nama lain fantacy pils, inex. Kemudian jenis lain adalah Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Disebut juga shabu, SS, ice.
Pada dasarnya, dalam *Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
 (“UU Narkotika”) *dikenal 2 (dua) macam rehabilitasi narkotika, yaitu:
1.*Rehabilitasi Medis* adalah suatu proses kegiatan pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan Narkotika.[1]
2.*Rehabilitasi Sosial* adalah suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu, baik fisik, mental maupun sosial, agar bekas pecandu Narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat.[2]

Share this

0 Comment to "Narkoba dan Rehabilitasi"